Baca Artikel

Banyak artikel menarik yang bisa kamu baca di sini

Debt To Equity Ratio (DER)

Debt To Equity Ratio merupakan suatu indikator kemampuan perusahaan untuk melunasi pinjaman dari pihak luar, dan merupakan rasio yang menafsir pengeluaran perusahaan yang di danai oleh pinjaman dari luar. Rasio ini juga bisa dikatakan sebagai Rasio Leverage, yang didefinisikan sebagai pengukur seberapa baik struktur investasi suatu perusahaan.

Rasio hutang modal/ DER adalah bagian dari rasio solvabilitas. Hal ini merupakan cara cepat untuk memilih metode solvabilitas keuangan yang digunakan oleh perusahaan. Dengan kata lain dapat diketahui seberapa besar perusahaan menggunakan hutang untuk mendanai kegiatan operasional. Perhitungan ratio diatas juga bisa memberikan informasi peningkatan bunga atau tingkat kemampuan perusahaan dalam membayar hutang/ kewajibannya.

Struktur modal menggambarkan pendanaan permanen perusahaan dimana mencerminkan keseimbangan antara kewajiban jangka panjang dan modal sendiri. Modal sendiri adalah modal yang didapatkan atau dihasilkan dari perusahaan ini sendiri seperti keuntungan setelah pajak dan cadangan.

Para investor dan analisis sering menggunakan rasio ini untuk mengetahui berapa besar hutang modal dari luar perusahaan jika dibandingkan dengan asset bernilai uang yang dimiliki oleh pemegang saham atau perusahaan. Jika nilai DER semakin tinggi maka dapat diasumsikan perusahaan memiliki resiko yang semakin tinggi terhadap kemampuan melunasi hutang jangka pendeknya.

 

Dari pernyataan diatas dapat disimpulkan bahwa DER merupakan perbandingan antara total hutang dan modal yang menunjukkan kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban yang telah dimiliki dengan menggunakan modal yang ada pada perusahaan tersebut. Dibawah ini dijelaskan cara menghitung dengan rumusan.

Cara menghitungnya dengan rumusan:

 

                                              Total Hutang

Debt to Equtiy Ratio =       -----------------------

                                         Total Ekuitas / Modal

Dengan contoh kasus:

Pada laporan neraca tahun 2013 dengan

- Hutang Lancar                  = 1.590.600

- Hutang Jangka Panjang      = 1.087.200

- Total Hutang                          = 2.677.800

- Total Modal    (Ekuitas)          = 6.195.000

Maka nilai DER di tahun 2011 =

2.677.800

----------- = 0,4332

6.195.000

Yang artinya :

Jika DER dibawah 1.00 itu menunjukan bahwa saham perusahaan lebih besar daripada pinjaman yang dimiliki oleh perusahaan. Oleh karena itu para penanam modal harus teliti dalam menganalisa DER karena jika total kewajibannya lebih besar dari pada ekuitas maka harus diamati lebih lanjut kewajiban manakah yang lebih besar apakah kewajiban lancar atau kewajiban jangka panjang.

        Jika jumlah hutang lancer lebih besar daripada hutang jangka panjang, maka hal ini masih bisa diterima karena besarnya hutang lancer sering disebabkan oleh hutang operasi yang bersifat jangka pendek.

        Sedangkan jika hutang jangka panjang lebih besar, maka dikhawatirkan perusahaan akan mengalami gangguan likuiditas dimasa yang akan datang. Kecuali jika laba perusahaan juga digunakan untuk memenuhi hutang perusahaan.

        Perusahaan-perusahaan yang  memiliki nilai DER lebih dari satu, dapat mempengaruhi resiko pertumbuhan kinerja perusahaan dan harga sahamnya. Oleh karena itu sebagian besar penanam modal tidak menanamkan modalnya pada perusahaan yang mempunyai DER lebih dari 2.

Catatan Tambahan :

Perusahaan yang memiliki investasi cenderung tinggi yaitu seperti Bank, dan Asuransi, karena sebagian dana yang dikelola  dari orang ke tiga, dan dana orang ketiga ini dianggap sebagai liabilities (hutang). Oleh karena itu untuk perusahaan jenis ini, semakin besar modal pihak ketiga yang dikelola, maka kemungkinan untuk mendapat laba usaha juga semakin tinggi (naik). Dari hal tersebut perusahaan seperti Bank dan Asuransi yang memiliki DER  lebih dari 5 rasio ini tidak layak untuk digunakan.

 

Seventhsoft Komputindo

Software Akuntansi Terintegritas

    Seventhsoft Logo

Marketing Contact

Office : 031-8781909
HP Simpati 1 : 0812 5235 2639
HP Simpati 2 : 0812 4922 6977

Business Hour

Monday - Friday : 08.00 - 17.00 WIB
Saturday : 08.00 - 12.00 WIB

Office

Ruko Rungkut Makmur C - 30
Jl. Raya Kali Rungkut 27 Surabaya - Jawa Timur
Menara Standart Chartered, 30th floor Jl. Prof Dr. Satrio Kav 164 Jakarta Selatan 12930