Baca Artikel

Banyak artikel menarik yang bisa kamu baca di sini

Rasio Profit Margin

Rasio Profit Margin adalah monitor dari perusahaan untuk mengontrol keuntungan bersih dengan perbandingan antara penjualan dan laba bersihnya. Selain itu Rasio Profit Margin juga bisa diandalkan sebagai monitor beban-beban yang dikeluarkan oleh perusahaan, agar biaya operasional tidak membengkak akibat beberapa faktor dalam perusahaan.

Ratio profit margin terbagi menjadi tiga yaitu gross profit margin, net profit margin, dan operating profit margin. Masing- masing Ratio profit margin disediakan tergantung pada kebutuhan perusahaan.

Berikut penjelasan dan rumusan megenai macam-macam Rasio profit margin:

  1. Gross Profit Margin merupakan persentase dari laba kotor yang diperoleh terhadap penjualan. Gross profit margin ini juga sangat berpengaruh bagi keadaan operasional perusahaan. Jika gross profit margin mengalami penurunan maka biaya operasionalpun memburuk.

Dengan rumusan :

                                    Penjualan – Harga Pokok Penjualan

Gross Profit Margin =   -----------------------------------------   X  100%

                                                     Penjualan

  1. Net Profit Margin adalah rasio untuk membandingkan antara laba bersih setelah dan selama penjualan. Jika semakin tinggi net profit margin dalam suatu perusahaan maka dalam pengeluaran biaya operasional akan semakin baik.

 Dengan rumusan :

                                    Laba Bersih setelah pajak

Net Profit Margin =   ----------------------------------------  X  100%

                                               Penjualan

 

  1. Operating Profit Margin adalah rasio untuk membandingkan antara laba bersih sebelum pajak dan ekuitas.

Dengan rumusan :

                                    Laba Bersih sebelum pajak

Net Profit Margin =   ----------------------------------------  X  100%

                                              Ekutitas

 

Dengan contoh kasus :

Dari Neraca Perusahaan HUSAIN0208 diketahui

- Saham Rp 400.000.000

- Laba ditahan Rp 140.000.000

- Kas Rp 15.000.000

- Piutang Dagang Rp 70.000.000

- Barang dagangan Rp 200.000.000

- Mesin Rp 250.000.000

- Bangunan Rp 350.000.000

- Tanah Rp 100.000.000

- Laba Usaha Rp 250.000.000

- Penjualan Rp 2.500.000.000

- HPP Rp 1.500.000.000

- Laba Bersih Rp 150.000.000

Jawabnya :

  1. Gross Margin Ratio = Laba Kotor ( Penjualan - HPP) / Penjualan

                                   =  (2.500.000.000-1.500.000.000) / 2.500.000.000

                                   = 1.000.000.000 / 2.500.000.000

                                   =  0.4%

    Artinya Perusahaan dapat mencapai laba kotor 0.4% dari penjualannya

  1. Net Margin Ratio = Laba Bersih / Penjualan

                                =  150.000.000 / 2.500.000.000

                                =. 0.06

Artinya Rp 1 penjualan menghasilkan Laba bersih sebanyak Rp 0.06

  1. Operating Margin Ratio = Laba Usaha / Penjualan

                                          =  250.000.000 / 2.500.000.000

                                          = 0.1

   Artinya Setiap Rp 1 penjualan menghasilkan Rp 0.1

 

Apabila Gross Profit Margin selama suatu periode akuntansi sama, sedangkan Net Profit Marginnya menurun, mengindikasikan bahwa biaya meningkat relatif besar dibanding dengan peningkatan penjualan.

 

 

Seventhsoft Komputindo

Software Akuntansi Terintegritas

    Seventhsoft Logo

Contact Marketing

Office : 031-8781909
HP IM3 : 0856 45 154 777
HP Simpati : 081 252 352 639

Business Hour

Monday - Friday : 08.00 - 17.00 WIB
Saturday : 08.00 - 12.00 WIB

Office

Ruko Rungkut Makmur C - 30
Jl. Raya Kali Rungkut 27 Surabaya - Jawa Timur
Menara Standart Chartered, 30th floor Jl. Prof Dr. Satrio Kav 164 Jakarta Selatan 12930